« Home | Pemasaran Kontekstual, Internet, dan Brand »

Who Wants To Be Genius Marketer?

Pemasaran jenius hanya bisa dicapai jika marketer punya keyakinan, kemampuan, ambisi, dan inspirasi untuk mewujudkannya. Para marketer ini harus sanggup meningkatkan diri, pemikiran, dan tindakan mereka; sehingga bisa mengeksploitasi pasar yang kompleks secara cerdas (bukan mematuhinya) dan bisa mengembangkan merek yang “berwawasan” (bukan merk yang difungsikan secara sama).
Dalam buku Marketer Genius, Peter Fisk merumuskan marketer yang terinspirasi sebagai mereka yang melihat apa yang dilihat setiap orang, tapi memikirkan apa yang orang lain tidak pikirkan. Punya keahlian dan alat yang sama, tapi melakukan apa yang orang lain tidak perbuat. Juga menghadapi tantangan yang sama, tapi berhasil tidak seperti orang lain sebelumnya.
Tampaknya sulit, namun setiap orang bisa seperti itu. Teori para ahli Rusia tentang adanya gen jenius, salah! Yang benar justru Thomas Edisson: ini adalah tentang 99% kerja keras, dipandu dengan sedikit inspirasi. Inspirasi tersebut amat berarti sebagai pemacu untuk mendorong tindakan atau sebagai cahaya yang membuka cakrawala berpikir.
Nah, apa pun sumber inspirasinya, kerja keras juga diperlukan. Akhirnya, cara kita bekerja adalah lebih bersifat melengkapi ketimbang bersifat kompetitif. Sebab tidak ada orang yang murni berpikir dengan otak kiri atau murni otak kanan. Yang satu kreatif, dan yang lainnya analitis. Pendeknya, jenius adalah merangkul hal-hal ekstrim dan menemukan kekuatan positif. Lantaran merupakan kombinasi otak kanan dan kiri, maka kreatifitas pun diperkuat dengan analisis, dan kecerdasan diperkaya dengan imajinasi. Hal ini menghubungkan peluang yang datang dari luar ke dalam dengan kemampuan bekerja dari dalam ke luar. Dengan begitu, dia bisa menemukan solusi yang gemilang pada hari ini dan hari esok. Tengok saja apa yang dilakukan Richard Brenson dengan Virgin Corporation-nya. Atau Hermawan Kertajaya dengan Mark Plus-nya. Terus terang mereka sering menjadi sumber inspirasi saya.
Marketer jenius merangkul hal-hal ekstrim. Mereka terinspirasi oleh kontradiksi, masalah-masalah, paradoks, ketidaktahuan, dan hal yang tidak masuk akal. Mereka adalah “pasukan garis depan” yang hidup diantara apa yang dianggap mungkin dan tidak mungkin, diantara pasar dan bisnis. Diantara pelanggan dan produk, serta diantara hari ini dan hari esok.
Tantangan bagi para marketer yang terinspirasi bukanlah teori. Ada banyak model dan teknik untuk marketing, serta tentu saja riset-riset akademis yang terpaku pada detil ketimbang bergerak maju. Tantangan mereka bukan pula pada sisi operasional. Melakukan hal yang keliru dengan benar mungkin lebih baik daripada sekedar melakukan hal yang keliru. Jadi diperlukan pemikiran yang tepat dan cara baru dalam mengerjakannya agar bisa merangkul ekstrim-ekstrim tersebut, untuk membawakan orang bersama anda dan memberikan hasil yang luar biasa. Nah, sudah siap menjadi marketer handal?